Asadha, yang juga dikenal sebagai Asalha atau Asalha Puja, adalah bulan yang sangat penting dalam tradisi Buddhis. Biasanya jatuh pada bulan Juli, Asadha menandai beberapa peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha dan merupakan waktu untuk refleksi, perayaan, serta praktik spiritual.
Makna Asadha
Asadha memiliki arti khusus bagi umat Buddha karena bulan ini bertepatan dengan dua peristiwa besar:
1. Pencerahan Sang Buddha
Asadha adalah bulan di mana Sang Buddha, Siddhartha Gautama, pertama kali menyampaikan ajaran-Nya setelah mencapai pencerahan. Dalam upacara yang dikenal sebagai “Dhammacakkappavattana Sutta,” Sang Buddha memberikan ceramah pertama kepada lima sahabat-Nya di Taman Rusa di Sarnath. Ajaran ini menandai dimulainya penyebaran Dharma, yang menjadi landasan bagi seluruh ajaran Buddhisme.
2. Perayaan Sangha
Asadha juga dikenal sebagai waktu untuk merayakan Sangha, komunitas para biksu dan biksuni yang menjalankan ajaran Buddha. Selama bulan ini, umat Buddha biasanya melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung Sangha, seperti memberikan dana, makanan, dan perlengkapan.
Selama bulan Asadha, banyak umat Buddha melakukan praktik spiritual yang lebih intensif. Beberapa kegiatan yang umum dilakukan meliputi:
1. Meditasi
Umat Buddha sering meningkatkan praktik meditasi mereka selama bulan ini untuk lebih mendalami ajaran Buddha dan mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan.
2. Dhammadesana
Banyak komunitas Buddhis mengadakan ceramah Dharma, di mana para guru menjelaskan ajaran-ajaran Sang Buddha dan mendorong umat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
Untuk merayakan hari asalha puja sekolah Jaya Manggala memperingati dengan melakukan puja bakti di Vihara Dhammapala. Sebelum memulai puja bakti anak anak sekolah jaya manggala melakukan Pindapattha kepada dua orang atthasilani.
Atthasilani memberi sebuah cerita jataka yang berjudul “2 ekor anak rusa”